Tradisi Ciuman Massal Setelah Nyepi

Tradisi yang sering diartikan ciuman massal dan dilaksanakan secara turun temurun itu selalu dinantikan warga dan wisatawan mancanegara.

Prosesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk mohon keselamatan. Usai sembahyang, peserta dibagi menjadi dua kelompok yakni laki-laki dan perempuan.

Kedua kelompok ini saling tarik-menarik, berpelukan dan berciuman yang ditonton oleh ribuan warga maupun wisatawan.
Ciuman Massal Setelah Nyepi
"Omed-omedan dirayakan sehari setelah upacara Nyepi atau pada hari Ngembak Geni, tanggal 1 pada tahun Baru Caka kalender Bali," kata Tetua atau pemuka adat, I Gusti Ngurah Komang Putra, Selasa (1/4/2014).

Menurutnya, tradisi unik ini ada jauh sebelum zaman penjajahan dan diwarisi secara turun temurun. Tradisi omed-omedan merupakan budaya unik yang diikuti oleh pemuda dan pemudi yang belum menikah yang berumur antara 17-30 tahun dari Banjar Kaja Sesetan, Denpasar.

"Tradisi omed-omedan atau med-medan yang dalam bahasa Indonesia berarti tarik-menarik, diikuti adegan berciuman antara satu pemuda dan pemudi," jelasnya.

Bagi yang tidak berhasil mencium pasangannya dihadiahi siraman air sehingga menambah keriuhan suasana. Tradisi omed-omedan adalah luapan kebahagiaan anak-anak muda saat Ngambek Geni.

"Tradisi omed-omedan memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah penghormatan terhadap leluhur, memupuk rasa kesetiakawanan dalam kerangka saling asah, asih dan asuh," jelasnya. [gus]
sumber : inilah.com