Bahaya Lidah

Selain berguna untuk makan, lidah juga digunakan untuk berbicara. Hanya saja, saat berbicara terkadang kita melakukan hal-hal yang bisa menyakiti orang lain,lidah bisa lebih tajam dari pedang, bahkan bisa sampai membunuh orang, apalagi kalau yang dikatakan di tambah - tambahi di kasih bumbu penyedap biar tambah maknyus,,, yang PENDEK jadi PANJANG, yang JELEK tambah JELEK. ..., benar  kata Mbah saya, kalau Mbah agan - agan saya gak tau " Isane ngunu kate di kapakno maneh"( bisanya begitu mau diapakan lagi)
Dibawah ini untuk kita renungkan :
  •  Bagaimana hati orang yang dibicarakan jika orang itu tau, sakit hati, benci atau apa  ?, ya otomatis berdosalah kita ..!
  • Jika itu menimpa kita atau keluarga kita apakah hati kita tidak sakit..?
Untuk jelasnya, berikut akan dipaparkan mengenai bahaya lidah.


1.   Fitnah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, fitnah diartikan sebagai perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang lain. Perbuatan ini sangat merugikan dan tentunya sangat dibenci oleh Allah. Dalam sebuah hadits dianalogikan bahwa fitnah itu tidur, dan Allah melaknat orang yang membangunkannya.
Semoga kita terhindar dari bahaya fitnah. 
2.   Ghibah
Ghibah adalah membicarakan kejelekan orang lain, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dibicarakan dengan maksud mengolok-ngolok. Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Allah, ia adalah sesuatu yang keji dan kotor
Allah berfirman, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?" (QS. Al-Hujurat: 12).
Dari ayat  tersebut, jelas bahwa Allah sangat membenci perbuatan ghibah. Orang yang membicarakan kejelekan orang lain, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dibicarakan dengan maksud mengolok-ngolok dianggap sebagai orang yang suka memakan bangkai saudaranya sendiri. Naudzubillah...
3.   Berkata bohong
Bagi sebagian orang, kegiatan berbohong merupakan hal yang biasa. Berbohong adalah berkata tidak benar atau tidak sesuai dengan kenyataan. Biasanya, perbuatan ini dilakukan untuk menutupi suatu kekurangan yang ada pada dirinya.
4.   Munafik
Penyakit lisan yang satu ini hampir sama dengan jenis penyakit pada nomor tiga. Sama-sama berbahaya. Munafik merujuk pada orang-orang berpura-pura beriman padahal di dalam hati mereka ingkar. Atau, singkatnya, apa yang dikatakan orang munafik selalu tidak sesuai dengan perbuatan.
"Ciri-ciri orang-orang munafik itu ada tiga, yaitu apabila berkata-kata ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya." (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam Al-Quran disebutkan bahwa tempat orang munafik adalah di neraka Jahanam. Naudzubillah.
5.   Mengumpat  atau mencaci maki orang lain
Mengumpat atau mencaci maki orang lain dengan kata-kata kasar atau kata-kata yang membuat orang sakit hati jelas merupakan salah perbuatan yang tidak baik. Dengan mencaci maki atau mengumpat, persoalan tidak akan selesai. Malah, hal ini akan menambah rumit persoalan. Tali silaturahmi pun akan sedikit pudar. Untuk menghindarinya, kita harus lebih bersabar dalam menghadapi setiap persoalan.
6.   Mempermainkan dan mengejek manusia
Perbuatan mengejek atau mempermainkan orang lain sangat lazim dilakukan oleh sebagian di antara kita.  Biasanya, hal ini dilakuakn atas dasar main-main atau bercanda saja. Padahal, perbuatan ini tidak bisa dijadikan sebagai hal yang sepele. Akibat dari perbuatan ini bisa menjadi sangat luar biasa.
7.   Mengadu domba
Mengadu domba adalah suatu perbuatan yang membuat seseorang menjadi berselisih dengan orang lain. Adu domba ini bisa dalam bentuk mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara keduanya sehingga menyulut api kebencian dan menyebabkan ikatan silaturahmi mereka terputus. Kalau hal ini tidak diluruskan, bisa saja mereka akan bermusuhan selamanya. Padahal, mereka hanyalah korban dari orang yang suka mengadu domba.
8.   Melontarkan kata-kata kotor atau kasar
Ketika sesorang tersulut emosi, amarah pun meluap. Kata-kata menjadi tidak terkontrol lagi. Lalu, menyemburlah kata-kata kotor atau kasar dengan tujuan untuk menyakiti orang yang kita benci karena dianggap telah melakukan suatu kesalahan kepada diri kita. Setelah melakukan perbuatan itu, kita tidak langsung beristighfar dan meminta maaf malah kita menjadi puas telah berhasil membuat orang lain sakit hati. Inilah salah satu bahaya dari perbuatan ini.
9.   Bertengkar
Bertengkar atau berselisih adalah salah satu kegiatan manusia dalam berhubungan dengan orang lain. Biasanya, pertengkaran terjadi karena ada suatu kesalahpahaman yang terjadi di antara dua pihak.
10.  Berdebat kusir, berbelit-belit
Yang ini biasanya muncul dalam suatu forum diskusi atau bisa juga dalam obrolan sehari-hari. Debat kusir ini maksudnya membahas suatu hal yang tidak ada ujungnya. Selain membuang-buang waktu, kegiatan ini juga bisa melebar ke penyakit lisan yang lain. Agar tidak terjerumus ke dalam kegiatan ini, kita harus benar-benar menggunakan waktu sebaik-baiknya.
11.  Menyebarkan rahasia orang lain
Jika kita ingin berbagi rahasia, pastikan orang yang akan kita bagi cerita itu orang yang bisa menjaga amanah. Atau, kalau mau lebih aman, kita bisa menceritakan rahasia kepada orang terdekat, misalnya orangtua. Pasti rahasia itu akan terjaga.  Setiap orangtua pasti akan menjaga rahasia anaknya sendiri. Selain bisa dipercaya, bercerita kepada orangtua juga bisa memeberikan manfaat lain, yaitu kita akan langsung diberi saran, kritik, atau pemecahan masalah yang dihadapi.
12.  Menambah kata- kata yang tidak perlu
Perbuatan ini biasanya dilakukan dengan maksud mendapat pujian atau membuat sesuatu menjadi terlihat lebih hebat. Padahal, faktanya sama saja dengan yang lainnya. Perbuatan ini merupakan hal yang berlebihan. Allah sangat tidak menyukai hal yang berlebihan. Perbuatan ini juga bisa menyebabkan pertengkaran di antara dua orang sahabat karena ada salah seorang teman yang melebih-lebihkan pembicaraan mengenai seorang temannya.